Warga Pertanyakan Kejelasan Dana Swadaya
Jum'at, 23 September 2011
Waytenong, WL - Dana swadaya yang dikumpulkan warga empat pekon di Kecamatan Waytenong Kabupaten lampung Barat (Lambar), untuk pembayaran penambahan lahan SMPN 2 Waytenong yang hingga kini belum jelas. Hal tersebut dijelaskan tokoh masyarakat Pekon Padangtambak Drs. Kaidul Iman kepada Warta Lambar, Rabu (21/9).
Menurutnya, dana yang terkumpul untuk penambahan dana tersebut jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah. Pertanyaanya, dikemanakan dana pembelian tersebut karena hingga saat ini lahan tersebut masih diklaim pemilik lahan.
Ditambahkanya, permasalahan tersebut pernah di-hearing-kan ke DPRD setempat 2010 lalu, akan tetapi hingga saat ini pihaknya belum menerima kejelasan tentang permasalahan tersebut. “Kami sebagai masyarakat merasa kecewa,” jelasnya.
Masih kata Arhap, pihaknya hanya menginginginkan kejelasan tentang hal itu. Terkait permasalahan tersebut, dia berharap kepada aparat penegak hukum mengusut tuntas permasalahan agar tidak lagi menjadi pertanyaan masyarakat. “Kami hanya ingin kejelasan,” pungkasnya. (san)
Waytenong, WL - Dana swadaya yang dikumpulkan warga empat pekon di Kecamatan Waytenong Kabupaten lampung Barat (Lambar), untuk pembayaran penambahan lahan SMPN 2 Waytenong yang hingga kini belum jelas. Hal tersebut dijelaskan tokoh masyarakat Pekon Padangtambak Drs. Kaidul Iman kepada Warta Lambar, Rabu (21/9).
Menurutnya, dana yang terkumpul untuk penambahan dana tersebut jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah. Pertanyaanya, dikemanakan dana pembelian tersebut karena hingga saat ini lahan tersebut masih diklaim pemilik lahan.
Ditambahkanya, permasalahan tersebut pernah di-hearing-kan ke DPRD setempat 2010 lalu, akan tetapi hingga saat ini pihaknya belum menerima kejelasan tentang permasalahan tersebut. “Kami sebagai masyarakat merasa kecewa,” jelasnya.
Masih kata Arhap, pihaknya hanya menginginginkan kejelasan tentang hal itu. Terkait permasalahan tersebut, dia berharap kepada aparat penegak hukum mengusut tuntas permasalahan agar tidak lagi menjadi pertanyaan masyarakat. “Kami hanya ingin kejelasan,” pungkasnya. (san)
Tidak ada komentar